Amalan Bulan Sya’ban Dan Keutamaannya

Amalan-amalan Bulan Syaban dan Keutamaannya.

LintasBMR/sabtu-27/3/21, Dikutip dari Merdeka.com – Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat muslim. Bulan yang terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan ini terdapat berbagai keutamaan yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan umat Islam. Tentu saja, keutamaan ini bisa didapatkan dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah bulan Sya’ban.

Dilansir dari NU Online, Sya’ban adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata sy’iab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Banyak sekali amalan-amalan bulan Sya’ban yang bisa dikerjakan umat muslim, seperti memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah SWT. Adapun keutamaan bulan Sya’ban telah disebutkan dalam salah satu hadits berikut, yang artinya:

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

Lantas, apa saja amalan-amalan bulan Sya’ban dan keutamaannya?

Puasa Syaban.
Sebagaimana kita tahu, bulan Sya’ban menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Salah satu amalan bulan Syaban yang dianjurkan adalah menjalankan ibadah puasa sunnah. Anjuran puasa Syaban ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits riwayat al-Bukhari, Aisyah mengatakan, yang artinya:

“Aku tidak melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak melihat melihat beliau banyak puasa kecuali pada bulan Sya’ban.”

Puasa Sya’ban sendiri memiliki banyak keutaman yang sangat sayang jika dilewatkan. Pasalnya, bulan Sya’ban adalah bulan di mana amalan baik diangkat kepada Allah SWT. Sehingga, setiap muslim dianjurkan untuk menjalankan ibadah sunnah ini.

Baca juga  Jumat Agung Gereja Masehi Injil Kotamobagu Dalam Pengawalan Ketat Aparat Kepolisian

Adapun tata cara puasa Sya’ban sama seperti ibadah puasa lainnya. Namun, yang membedakan hanya niat yang dilafadzkan. Berikut ini bacaan niat yang bisa diamalkan jika Anda ingin menjalankan ibadah puasa sunnah ini:

Nawaitu shauma ghadin’an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah SWT.”

Memperbanyak Dzikir
ilustrasi berdoa
©Pixabay/SuleymanKarakas
Salah satu amalan bulan Sya’ban yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir. Selain untuk memuja kebesaran Allah SWT, berdzikir juga dapat membuat hati dan pikiran seseorang menjadi lebih tenang.

Dilansir dari laman NU Online, mengucap dzikir dianjurkan setelah selesai melaksanakan salat. Akan tetapi, sesungguhnya bacaan dzikir juga dapat ucapkan setiap umat muslim mulai dari sebelum terbitnya matahari hingga sebelum terbenam. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam Al Quran Surah Toha Ayat 130, yang artinya:

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang telah mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.”

Dengan memperbanyak bacaan dzikir saat malam Nifsu Sya’ban tentunya akan memperbanyak pahala Anda. Ada banyak keutamaan bagi seorang muslim yang memperbanyak dzikir, di antaranya:

1. Menjunjung tinggi perintah Allah SWT

2. Dijauhi setan

3. Menghindarkan diri dari perkataan munafik

4. Menghindarkan diri dari api neraka

5. Menerangi hati

6. Menghindarkan hati dari prasangka buruk

7. Melembutkan hati dan perasaan

8. Menghapus dosa-dosa

Sholat Malam
Menjalankan ibadah sholat malam di malam Nifsu Sya’ban merupakan salah satu amalan bulan Sya’ban yang tidak boleh dilewatkan. Anjuran untuk melaksanakan amalan sunnah ini sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits riwayat al-Albaijaqi dari Ala bin Haris, yang artinya:

Baca juga  Khotbah jumat" Jadikan Hikmah Isra'Miraj Landasan meningkatkan Keimanan/
Ilustrasi ibadah malam

“Sayyidah A’isyah berkisah: “Suatu malam Nabi SAW salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Nabi SAW telah diambil (wafat), karena curiga maka aku berdiri dan aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Nabi SAW selesai shalat beliau berkata: “Hai Aisyah, apakah engkau menduga Nabi SAW tidak memperhatikanmu?”

Lalu aku menjawab: “Tidak ya Rasulullah, aku hanya berpikiran yang tidak-tidak (menyangka Nabi SAW telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama.”

Lalu beliau bertanya: “Tahukah engkau, malam apa sekarang ini”.

Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Nabi SAW berkata, “Malam ini adalah malam nisfu Sya’ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki.”

Membaca Alquran

Setiap umat muslim selalu dianjurkan untuk senantiasa membaca kitab suci Alquran, tak terkecuali di bulan Sya’ban. Selain mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, membaca Alquran juga merupakan upaya untuk mencapai kelapangan hidup agar terhindar dari segala kesempitan.

Dilansir dari laman NU Online, seorang mukmin yang senantiasa membaca Alquran digambarkan dalam hadits Abu Dawud, seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis akan tetapi tidak memiliki aroma wangi.

Sementara itu, orang fasik yang suk membaca Alquran digambarkan seperti buah yang aromanya wangi namun rasanya pahit. Terakhir, orang fasik yang tidak suka membaca Alquran, digambarkan seperti buah yang tidak beraroma dan rasanya juga pahit.(Radj)

 

Shares

Related posts