Masyarakat Kecamatan Sangtombolang Minta Hak Olah Lahan Mereka Yang Dikontrak Perusahaan Kelapa Sawit Dikembalikan

Masyarakat Kecamatan Sangtombolang Minta Hak Olah Lahan Mereka Yang Dikontrak Perusahaan Kelapa Sawit Dikembalikan //

LintasBMR/Rabu-31/3/21. Sembilan tahun berlalu sejak 2013 hingga saat ini janji perusahaan Kelapa Sawit PT Global Indonesia Indah dan PT Karunia Kasih Indah yang merupakan group perusahaan PT Agricore yang bergerak pada perkebunan Kelapa Sawit diwilayah Bolaang Mongondow tak kunjung dinikmati Masyarakat.

Program penanaman kelapa sawit dilahan warga yang tanah mereka dikontrak pihak perusahaan dalam program tali asih hingga saat ini tiada kabar berita, padahal saat kesepakatan kontrak perusahaan dengan masyarakat tahun 2013 lalu, perusahaan telah menjanjikan akan merealisasikan program penanaman sawit dilahan masyarakat tersebut dengan tujuan untuk peningkatkan perekonomian dari sektor perkebunan sawit yang katanya menguntungkan,namun lagi-lagi semua hanya tinggal janji.

Salah satu warga Desa wilayah kecamatan sangtombolang Djulham pada LintasBMR mempertanyakan program perusahaan kelapa sawit yang menurutnya tak jelas dan terkesan membohongi masyarakat,”

“Kami selama ini terkesan dibohongi oleh pihak perusahaan dengan janji-janji akan membangun kebun sawit dilahan kami, tapi sejak tahun 2013 hingga saat ini janji perusahaan yang katanya akan mensejahterakan masyarakat tak kunjung kami nikmati padahal sudah beberapa kali pertemuan di kantor kecamatan setiap kami tanyakan selalu saja kami diberi janji, oleh karena itu kami meminta pada pihak perusahaan lebih baik lahan milik kami dikembalikan saja, apalagi setelah kami pelajari sistem kerjasama Tali Asih yang ditawarkan pihak perusahaan bila lahan kami jadi ditanami sawit itu hanya akan menjadi beban hutang buat kami masyarakat dengan perhitungan pemotongan hasil panen 70 dan 30 persen, 70 persen ke perusahaan dan 30 persen ke petani itu untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan pihak perusahaan mulai dari pembersihan lahan,penanaman,perawatan hingga ketika panen,”Jelas Djulham.

Baca juga  Perusahaan Kelapa Sawit PT Agricore Bakal Hengkang Dari Wilayah Bolmong

Selain itu tambah Djulham, bilamana keinginan mereka ini tidak di perhatikan pihak perusahaan, maka mereka mengancam akan melakukan aksi unjukrasa meminta pada pemerintah Daerah Bolmong untuk memfasilitasi sekaligus mempertanyakan pada pihak perusahaan apakah program plasma penanaman sawit dilahan mereka masi lanjut atau tidak,

“Kami akan melakukan aksi bilamana perusahaan tak memperhatikan tuntutan kami ini, apalagi info yang kami dapat Kontrak Perusahaan akan berakhir bulan april mendatang, kami tak mau lahan kami jadi tidak jelas.” Ujar Djulham.(Radj)

 

 

 

 

Shares

Related posts