Jiow Dan Tradisi Monisip Warga Bolmong Jelang Bulan Ramadhan

LintasBMR/Sabtu-10/4/21, Umat islam sebentar lagi akan segerah menghadapi bulan yang dinanti-nanti yaitu bulan Ramadhan.

Dibulan suci Ramadhan umat islam selain diperintahkan untuk berpuasa disiang hari, malamnya berbagai amalan sunnahpun dilaksanakan seperti sholat tarawih,makan sahur dan lain sebagainya.

Namun ada tradisi sebelum Ramadhan tiba yang menjadi kebiasaan umat islam khusus diwilayah Bolaang Mongondow yang dilakukan biasanya sebulan sebelum pelaksanaan puasa

Orang Mongondow menyebutnya dengan Istilah”Monisip atau membaca doa sebagai bentuk penghormatan akan tibanya bulan Ramadhan, biasanya masyarakat dalam pelaksanaan Monisip menyiapkan berbagai hidangan masakan yang letakkan diatas lantai dalam rumah yang sudah dialas dengan karpet, kemudian pemilik rumah mengundang”Jiow atau petugas pegawai syar’i untuk datang membacakan doa Monisip (Nisfu Sya’ban) sekaligus mendoakan ahli keluarga yang sudah meninggal dunia.

Salah satu Jiow asal Desa Pontodon Kecamatan Kotamobagu Utara ,”Heski Gaib (52) atau sering di sapa warga Jiow papa Reski saat diwawancarai LintasBMR disalah satu rumah warga, adalah salah satu pegawai Syar’i yang juga imam masjid An Nur Desa Pontodon.

Biasanya sebulan sebelum Ramadhan tiba Ia (Red) tak pernah kosong menghadiri undangan warga untuk membacakan doa nisfu sya’ban, 22 tahun bertugas sebagai pegawai Syar’i sejak tahun 1995 Papa Reski sudah dikenal dekat warga Desa Pontodon, dalam melayani hajatan warga baik doa selamatan kelahiran, naik rumah baru,doa khitanan, kedukaan Ia selalu ada untuk menunaikan hajat warga.

“Kalau menjelang bulan puasa begini,”Jelas Papa Reski, saya hampir seharian jarang dirumah karena mulai pagi pukul sepuluh saya sudah menghadiri undangan warga kampung untuk baca Doa Monisip (Nisfu), bahkan biasanya sampai larut malam saya bisa pulang ke rumah atau pas waktu sholat tiba baru ada jedah untuk pulang.

Baca juga  Gelar Buka Puasa Bersama"Kapolres Kotamobagu Ajak Insan Pers Pererat Silaturahmi".

Selain itu kata bapak empat anak ini, walaupun Jiow dikampungnya ada tuju orang, namun terkadang agak kewalahan juga memenuhi undangan warga untuk baca doa monisip, dua puluh hingga tiga puluh rumah yang harus saya datangi untuk baca doa, Ya alhamdulillah,dengan keikhlasan warga yang berhajat memberikan sedekah pada kami para Jiow bisa sedikit meringankan kebutuhan dalam rumah sambil menunggu tunjangan triwulan kami sebagai pegawai Syar’i diberikan, apalagi saya memiliki empat anak yang sulung sudah menikah, yang kedua sedang kuliah di Unima Tondano,yang ketiga kelas dua SMA dan yang bungsu masi di PAUD,”Tutup Heski Gaib.(Radj)

Related posts