Tiga Bulan Tak Terima Gaji”THL RSUD Kotamobagu Lakukan Aksi Protes Tuntut Hak Mereka.

Tiga Bulan Tak Terima Gaji” THL RSUD Kotamobagu Lakukan Aksi Protes Tuntut Hak Mereka/

LintasBMR/Senin-12/4/21. Aksi protes Tenaga Harian Lepas (THL) RSUD Kotamobagu menuntut hak mereka selama tiga bulan tak mendapatkan respon pihak Rumah Sakit.

Aksi protes yang mereka lakukan mempertanyakan hak mereka sebagai tenaga harian lepas yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun namun selama ini pengabdian mereka tak dihargai.

Dihalaman RSUD Kotamobagu salah satu perwakilan dari mereka yang melakukan aksi protes Camelia Nantu (31) warga Desa Tabang Kecamatan Kotamobagu Selatan pada awak media menyampaikan kekesalannya atas tindakan dan perlakuan pihak RSUD yang seakan mengabaikan hak mereka dengan tidak membayarkan upah kerja mereka sejak bulan januari 2021.

“Sudah tiga bulan gaji kami tidak diberikan pihak Rumah Sakit,padahal kami sudah bekerja dengan sebaik mungkin serta tetap mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku dalam Rumaha Sakit,” Jelas Camelia.

‘Selain itu kata Dia, kami heran kenapa kami kurang lebih 50 tenaga harian lepas yang sudah bekerja cukup lama,tiba-tiba dikeluarkan dan digantikan dengan Tenaga Harian Lepas yang baru tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, apa salah kami” Keluh Amel.

Disisi lain, Kepala Bagian Umum RSUD Kota Kotamobagu Hendri Kolopita, saat saat dikonfirmasi wartawan terkait aksi protes sejumlah THL tersebut mengatakan, Sebenarnya sejak awal bulan januari 2021 kemarin,pihaknya sudah memberitahukan dalam apel perdana bahwa seluruh tenaga harian lepas sudah dialihkan status menjadi tenaga sukarela,sehingga tidak ada paksaan bagi mereka untuk siapa yang masi mau lanjut bekerja ataupun tidak dengan syarat harus mengikuti ketentuan yang berlaku, kalaupun ingin berhenti, silakan mengajukan surat permohonan mengundurkan diri, dan juga alasan kenapa para tenaga THL itu diberhentikan, sebab sudah ada pengganti dari CPNS yang lolos pada pengangkatan CPNS tahun 2020 lalu sebanyak 87 orang, sehingga logikanya ketika PNS sudah ada otomomatis untuk THL harus dikurangi, selain itu tambah Kolopita, karna keterbatasan anggaran.

Baca juga  Empat Jam Diguyur Hujan"Kantor Pengadilan Agama Tahuna Terendam Air".
Kabag Umum RSUD Kotamobagu

“Disamping kendala keterbatasan anggaran,Tahun 2020 lalu RSUD Kotamobagu sudah ada ketambahan sekitar 87 CPNS yang lolos dalam pengangkatan pegawai negeri sipil, jadi logikanya ada pengurangan untuk Tenaga Harian Lepas, dan bagi mereka yang masi mau bertahan bekerja silakan saja, namun tetap mengikuti aturan yang diberlakukan,dan bagi yang sudah mau berhenti,silakan mengajukan surat permohonan mengundurkan diri,”Jelas Kabag Umum RSUD Kotamobagu.(Radj)

Shares

Related posts