Terkait Legalitas Yayasan Ibnu Sabil Dan Yayasan Insan Baitul Makmur,” Ini Pernyataan Kemenag Kotamobagu”.

Terkait Legalitas Yayasan Ibnu Sabil Dan Yayasan Insan Baitul Makmur,” Ini Pernyataan Kemenag Kotamobagu”.

LintasBMR/Jumat-28/5/2021. Terkait kekisruhan masalah legalitas yang terjadi antara Yayasan Ibnu Sabil dan Yayasan Insan Baitul Makmur tentang siapa yang memiliki legalitas yang sah dan berhak untuk pengelolaan pada TK dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta yang berada di samping masjid Baitul Makmur, ini Pernyataan Kandepag Kotamobagu.

Pada awak media ditemui dikediamannya Desa Moyag usai sholat Jumat, Saiful Bongso,S.Ag.M.Pd.I mengatakan bahwa, sejak tahun 2001 Yayasan Ibnu Sabil telah memasukkan data ke Kementrian agama provinsi untuk izin operasional Yayasan Ibnu Sabil yang merupakan gabungan dari Yayasan Mo’onow.

Oleh karena dikedua gabungan Yayasan ini banyak pengurusnya yang meninggal dunia, maka digabunglah menjadi satu yayasan yakni Ibnu Sabil dengan tujuan untuk mengaktifkan potensi umat, selanjutnya karena ketokohannya pak Yambat Damopolii diberikan kepercayaan sebagai ketua dan sekertaris pak Kholil Domu yang kala itu juga selaku Kadepag.

Seiring waktu berjalan”Ucap Bongso, jadi dipangkalan data pendidikan Kemenag, itu adalah data Ibnu Sabil sejak tahun 2001, dan kemudian keluar ketentuan dari KEMENKUMHAM setiap Yayasan harus memiliki surat pengesahan dengan tujuan untuk menepis lahirnya organisasi-organisasi liar, nanti setelah di tahun 2016 Ketua komite sekolah Suharjo Maklalag karna melihat Yayasan Ibnu Sabil sudah tak ada lagi, maka dia mendirikan Yayasan yang baru lewat akta notaris Nasrun Koto dengan nama Yayasan Insan Baitul Makmur dan tanpa sepengetahuan dari pengurus Yayasan Ibnu Sabil.

“Sejak tahun 2001 pangkalan data pendidikan Kemenag adalah data Yayasan Ibnu Sabil, bukan Insan Baitul Makmur, Suharjo hanya melihat Yayasan Ibnu Sabil sudah tak ada, makanya dia mendirikan yayasan yang baru”.

Baca juga  Gegara Dibakar Api Cemburu' Warga Bilalang Aniaya Istri Pakai Parang'.

Bahkan tambah Bongso lagi, seluruh aset milik Yayasan Ibnu Sabil mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, TK,Rumah Sakit Islam dan juga Sawah dibelakang Rumah Sakit Islam saat ini telah diduduki oleh Yayasan Insan Baitul Makmur, Oleh karena itu sampai kapanpun selama belum ada penyerahan aset dari yayasan Ibnu Sabil ke Yayasan Insan Baitul Makmur, maka dianggap tidak sah secara hukum, maka saya harus berdiri di pangkalan data dan tidak mungkin berdiri di lain orang, apalagi kata Dia (Red) sejak Suharjo mengambil alih kepala madrasah dana bos hampir tidak cair, ijazah siswa tidak tau siapa yang akan bertanda tangan,sertifikasi guru tak bisa dicairkan oleh karena Suharjo tidak layak jadi kepala sekolah sebab tidak memiliki tiga unsur yaitu pertama tidak memiliki nomor UNPTK, yang kedua tidak pernah CAKEP dan yang ketiga dia tidak punya pengalaman mengajar, dan tiga hal tersebut menjadi syarat untuk menjadi kepala sekolah.

Maka setelah berjalan waktu diiringi beberapa kali pertemuan tidak ada titik terang, Kanwil Kemenag Provinsi lewat kepala bidangnya memerintahkan Yayasan Ibnu Sabil untuk mengusulkan siapa yang akan diangkat sebagai kepala sekolah dan Kemenag segerah memberikan rekomendasi untuk melantik dengan dasar bahwa Madrasah Tsanawiyah dan Ibtidaiyah adalah pendidikan dasar yang berada dibawah kementrian agama Kabupaten Kota, sementara untuk tingkat Aliyah berada di tingkat Kanwil, maka sah bagi saya selaku Kemenag memberikan rekomendasi pada kepala sekolah atas nama Umarudin Dilapanga yang telah diajukan oleh Ibnu Sabil sebab dia juga adalah pegawai negeri Kemenag yang akan digunakan oleh yayasan, maka apa yang telah dilakukan oleh Yayasan Insan Baitul Makmur selain tidak memiliki data pada Kemenag ini dinilai sebagai bentuk Sabotase dan merupakan perbuatan melanggar hukum” Jelas Saiful Bongso”.(Radj)

Shares

Related posts