Kritisi Pengangkatan Kepala Madrasah MIS Baitul Makmur Usulan Yayasan Ibnu Sabil,” Syachrial Damopolii’ Kemenag Kotamobagu Tak Paham Aturan Dan Melawan Kebijakan Kanwil.

Kritisi Pengangkatan Kepala Madrasah MIS Baitul Makmur Usulan Yayasan Ibnu Sabil,” Syachrial Damopolii’ Kemenag Kotamobagu Tak Paham Aturan Dan Melawan Kebijakan Kanwil.

LintasBMR/Sabtu-29/5/2021, Diterbitkannya rekomendasi pengangkatan Kepala Madrasah MIS Baitul Makmur oleh Kementrian Agama Kotamobagu usulan Yayasan Ibnu Sabil, tuai kritikan Mantan Ketua DPRD Sulawesi Utara Syachrial Damopolii.

Syachrial Damopolii selaku salah satu pembina pada yayasan Insan Baitul Makmur yang juga politisi Bolmong ini, lewat telepon selular pada LintasBMR/ Juma-28/5/2021 mengkritisi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Kemenag Kotamobagu atas pengangkatan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Baitul Makmur.

Menurutnya Kemenag Kotamobagu awam dan minim informasi terkait seluk beluk berdirinya yayasan Ibnu sabil, sehingga tanpa mempelajari riwayat yang sebenarnya lantas begitu gegabahnya mengambil keputusan mengeluarkan rekomendasi yang nyata-nyata telah melanggar kebijakan Kanwil Kemenag Provinsi.karna tendensi lain.

“Kepala Kemenag Kotamobagu itu tidak tau seluk-beluk berdirinya yayasan Ibnu Sabil, bagaimana riwayat yang sebenarnya sehingga telah gegabah memberikan rekomendasi pengangkatan kepala madrasah usulan dari yang mengatasnamakan pengurus yayasan Ibnu Sabil,” Ucap Damopolii.

Selaku salah satu pembina pada yayasan Insan Baitul Makmur, Syachrial menceritakan sedikit mengenai keberadaan Yayasan Ibnu Sabil.

Memang benar, dulunya yayasan tersebut didirikan oleh Ibnu Sabil, namun sejak tahun 2015-2016 pasca Meninggalnya Ketua Yayasan Almarhum Yambat Damopolii, maka yang melanjutkan tinggal Istri dan anak-anak almarhum, berjalan waktu terjadi kefakuman pada yayasan Ibnu Sabil sehingga Ia (Red) beserta keluarga pendiri yayasan membijaksanai menempatkan Suharjo Dundo Makalalag Untuk mengelola yayasan tersebut.,selang beberapa waktu kemudian keluarlah surat dari Kementrian Hukum Dan Ham dimana semua yayasan harus terdaftar di KEMENKUMHAM, maka penguruspun melakukan pembaharuan dokumen untuk didaftarkan dengan tetap menggunakan nama yayasan Ibnu Sabil lewat akta notaris Nasrun Koto, akan tetapi dari KEMENKUMHAM mengatakan bahwa nama Ibnu Sabil sudah tidak bisa lagi digunakan sebab telah digunakan ditempat lain dan tidak bisa ada dua nama yang sama, sehingga disarankan untuk mengganti nama dan kami menggantinya dengan nama yayasan menjadi Yayasan Insan Baitul Makmur,” Jelas Damopolii”.

Baca juga  Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Utara Purnabhakti

Bahkan waktu proses pembaharuan akta ke KEMENKUMHAM, mereka-mereka yang mengatasnamakan pengurus Ibnu Sabil yakni Muhammad Salim Landjar berada diluar kota,Subekti Ali sudah menyatakan tidak lagi aktif karna kesibukkan kerja di Kandep Agama, pak Kholil Domu waktu itu karena sudah menjabat Kakanwilpun telah mengundurkan diri dari pengurus dan ada saksi yang mengetahui Sekali keberadaan mereka saat itu, sehingga dengan kondisi seperti itu, Saya selaku pembina mengambil langkah penyelamatan agar kelanjutan Yayasan ini bisa baik dengan struktur yayasan Insan Baitul Makmur.

Belakangan ini tiba-tiba oknum-oknum yang mengatasnamakan pengurus Ibnu Sabil ini melakukan makar dengan tetap membentuk kepengurusan Yayasan Ibnu Sabil dengan struktur Muhammad Salim Landjar selaku ketua dan Subekti Ali selaku Sekertaris dan struk yang mereka bentuk tersebut baru sekitar tiga bulan ini mereka bentuk,  ditengah tuju tahun berjalan kepengurusan Yayasan Insan Baitul Makmur, mereka tak sadari makar yang mereka lakukan itu bisa berbuntut ke ranah hukum sebab tak mengindahkan aturan yang berlaku kaitan kelengkapan legalitas yayasan.” Ujar Papa Dona”.

Kalau Insan Baitul Makmur sendiri jelas memiliki dokumen yang legal, baik akta notaris serta pengesahan dari KEMENKUMHAM dengan Nomor: AHU-0032717.AH.01.04.2016 tentang pengesahan pendirian yayasan Insan Baitul Makmur.

Jadi sekali lagi terang Damopolii, Kemenag Kotamobagu telah keliru mengambil keputusan dengan memberikan rekomendasi berdasarkan pada yayasan Ibnu Sabil, padahal Kanwil Kemenag Sulut sudah mengeluarkan surat rekomendasi penugasan untuk pengangkatan Kepala Madrasah yang dialamatkan pada Yayasan Insan Baitul Makmur selaku yayasan yang memiliki legitimasi yang sah dalam pengajuan calon kepala madrasah, dan tindakan keberpihakan Kemenag itu merupakan bentuk perlawanan pada kebijakan Kanwil Kemenag Provinsi, dan kami akan melakukan upayah hukum untuk melawan kezholiman dan bentuk makar yang dilakukan oleh pihak-pihak manapun yang ingin menghancurkan masa depan anak-anak yang bersekolah pada Yayasan Insan Baitul Makmur’, dokumen legalitas ada sama kami, mereka mau berdamai Alhamdulillah, bila tidak ada jalur hukum,” Tegas Syachrial Damopolii Pembina YIBM Kotamobagu. (Radj)

Shares

Related posts