Polemik Pro kontra PETI, ‘Welty Komaling Berharap Segerah Mendapatkan Persetujuan WPR Dari Pemerintah’.

Polemik Pro kontra PETI, ‘Welty Komaling Berharap Segerah Mendapatkan Persetujuan WPR Dari Pemerintah’.

LintasBMR/ Jumat-4/6/2021, Adanya aktifitas pertambangan di tiga wilayah Potolo tanoya, Monsi dan juga Oboy Dumoga hingga hari ini belum mendapatkan status yang jelas baik secara Hukum maupun undang-undang.

Hingga saat ini, ketiga lokasi tersebut Masi terus mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan hingga berbuntut pro dan kontra mendukung untuk berjalannya terus aktifitas penambangan di area itu, maupun yang mendesak pada pemerintah dan aparat hukum untuk Segerah menghentikan aktifitas penambangan.

Di lokasi pertambangan itu pula, berbagai kepentingan nampaknya membaur menjadi satu mulai dari para pengusaha maupun dari masyarakat sekitar tambang dengan dalih mencari sumber pendapatan untuk nafkah hidup, bahkan tak sedikit para pencari berkah bogkahan batu berharga tersebut datang dari berbagai daerah mengadu nasib menjadi penambang apakah dengan menggunakan sistem pengolahan secara tradisional maupun secara moderen, semua itu untuk sebuah tujuan yang namanya rupiah.

Namun, dibalik polemik pro kontra yang terjadi diwilayah-wilayah tersebut, ada juga sebahagian orang apakah yang mengatasnamakan organisasi,kelompok,lembaga maupun masyarakat biasa yang justru menginginkan agar jangan ada konflik yang terjadi oleh karena kepentingan sepihak serta berharap ada kejelasan status diwilayah pertambangan dimaksud.

Merujuk pada hal itu, ada sedikit angin segar yang nantinya menjadi harapan bagi para pengusaha maupun masyarakat lingkar PETI untuk kesinambungan usaha mereka, yakni dengan telah diusulkannya permohonan WPR (Wilayah Petambangan Rakyat) oleh pemerintah Sulawesi Utara Ke Kementrian ESDM

Dan hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling.

Usai Rakercab Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang dilaksanakan pada Kamis 3 Juni 2021 kemarin,pada LintasBMR, Bendahara DPC PDIP Bolmong ini menyampaikan kabar telah diusulkannya permohonan WPR ke kementrian ESDM (Energi Dan Sumberdaya Mineral) RI oleh pemerintah Provinsi Sulut

Baca juga  Sertijab Kabag Ops Polres Kotamobagu Dan Kenaikan Pangkat ' Prasetya Sejati' Anggota Polri Harus Tetap Solid Bersatu Bersama Menjaga Keamanan'.

Ini tentunya menjadi angin segar buat para pengusaha dan juga masyarakat Bolmong khususnya yang menggeluti mata pencaharian sebagai penambang.

Kata Dia,’ Semogah apa yang telah kami upayahkan untuk memenuhi keinginan masyarakat Bolmong tentang legalitas dan payung hukum bagi keberadaan tiga lokasi PETI menjadi WPR akan segerah terwujud dan disetujui oleh pusat lewat pengusulan Pemprov Sulut ke Kementrian ESDM, dan saya selaku Ketua DPRD Bolmong akan mengawal terus usulan tersebut,

“Kami DPRD Bolmong akan berjuang terus untuk mengawal pengajuan usulan WPR dari Pemerintah SULUT ke Kementrian,Mohon doa dari semua pihak yang berkepentingan, tak usah kita saling salah menyalahkan satu sama lain,’ Imbau Komaling’.

Diketahui ada kurang lebih 1400 Hektar lokasi yang tersebar diwilayah Bolmong yang telah diusulkan untuk mendapatkan izin WPR, termasuk wilayah Potolo Tanoyan, Monsi dan juga lokasi Oboy Dumoga.(Radj)

Shares

Related posts