Bantah Tudingan Kemenag Kotamobagu Kaitan Suharjo Tak Layak Jadi Kepala Sekolah Serta Ingin Menguasai Aset Yayasan Ibnu Sabil, ‘ Ini Surat Terbuka Suharjo Ke Kemenag’.

Bantah Tudingan Kemenag Kotamobagu Kaitan Suharjo Tak Layak Jadi Kepala Sekolah Serta Ingin Menguasai Aset yayasan Ibnu Sabil ‘ Ini Surat Terbuka Suharjo Ke Kemenag’.

LintasBMR/ Rabu-9/6/2021, Kaitan tudingan Kepala Kementrian Agama Kotamobagu bahwa Suharjo tak layak menjadi kepala sekolah serta Ingin Menguasai yayasan Ibnu Sabil beserta aset-asetnya, ini bantahan SDM lewat surat terbuka ke Kemenag Kotamobagu.

Sehubungan dengan statement pernyataan Bapak dalam media online Lintasbmr.com, sebagian besar informasi dan juga statement itu tak sesuai dengan fakta ataupun keadaan yang sebenarnya alias ASBUN (Asal Bunyi)0 dan cenderung mendiskreditkan saya bahkan mengarah ke penghinaan terutama menyatakan saya tak layak jadi kepala sekolah karena tak punya pengalaman mengajar,

Sehingga dengan ini saya meluruskan
beberapa hal, Bahwa:

1. Saya bukan pendiri Yayasan Insan Baitul, segimana bapak sampaikan, bahkan saat proses ke akta notaris Bapak Nasrun Koto, yang mengurus langsung adalah ustadza Widuri Kusparyati HK, S.Ag. awal 2016 yg lalu; dan Pendirinya adalah ahli waris Bapak Almarhum HJA Damopolii Ketua Ibnu sabil yaitu Bapak Arman Damopolii bersama adik-adiknya,dan saya pengurus ketua yayasan yg saat ini lagi non aktif.

2.Saat proses pendirian saya tak pernah berhubungan dengan Notaris atau pihak kementerian Hukum dan HAM, Karena semua itu di urus oleh Widuri Kusparyati HK, S.Ag. Dan Bapak seharusnya cari tau kronologis kenapa Yayasan Insan Baitul Makmur didirikan, karena saat Kepala Madrasah Ibu Marwiyah Paputungan dan ustadza  Widuri Kusparyati HK, S.Ag. sekitar akhir 2015 atau sekitar awal tahun 2016 melaporkan kepada saya yg saat itu sebagai ketua komite tahun 2010-2020, bahwa madrasah MIS Baitul Makmur ini ilegal dan anak-anak lulusannyapun ilegal, bahkan tak bisa akses ke berbagai bantuan pemerintah.

Baca juga  Jelang HUT Bhayangkara Ke-75, ' Sejumlah Personil Polres Kotamobagu Bersih Bersih Ke Rumah Ibadah.

3.Tentunya hal ini membuat saya shock. Sehingga kami berupaya menemukan legalitas ataupun dokumen-dokumen yg sah dari madrasah, Ustadza Widuri hanya bisa menemukan draft susunan pengurus ‘yayasan ibnu sabil’ yang ketua umumnya Bapak HJA Damopilii. Bahkan saya sempat bertemu dengan kepala-kepala madrasah sebelumnya dan mereka menyatakan tak ada dokumen dimaksud dan mereka menambahkan bahwa yg berperan dalam pembangunan MIS Baitul Makmur di awal adalah pak HJA Damopolii dan Ibu bahkan ada bangunan lantai dua yg merupakan bagian dari sumbangan Kakek dan Nenek Geri.

Bapak Sahrial Damopolii yg saat ini sebagai Pembina yayasan berusaha menghubungi pak Salim Lanjar dan pengurus-pengurus lainnya namun tak membuahkan hasil, beliau hanya sempat ketemu dengan pak Holil Domu namun menurut penyampaian pak Sahrial, pak Holil tak aktif lagi diyayasan Ibnu Sabil karena saat itu sibuk sebagai Kakanwil Kemenag ataupun kesibukan lainya. Saya juga bertanya kepada sekertaris komite waktu itu yaitu pak Hut Maleteng dan dia menyatakan bahwa sepengetahuannya Kakek dan Nenek Geri yg berperan di madarasah MIS Baitul Makmur di awal didirikannya yayasan serta pak Hut juga saat itu merangkap sekertaris Yayasan Insan Baitul Makmur yang saat ini sudah menjadi Bendahara Ibnu Sabil, dimana ketuanya pak Salim Lanjar dan Sekertarisnya Pak Subekti Ali.

4  Tidak benar saya/Yayasan Insan Baitul Makmur menduduki TK, Rumah Sakit Islam dan sawah di belakang RSI. Saya tidak pernah tahun tentang hal itu karena dalam akta notaris dan sudah di sahkan Kementerian Hukum dan HAM disebutkan bahwa yayasan insan Baitul Makmur membawahi Mis Baitul Makmur Kotamobagu .

5. Bahwa terkait tidak layaknya saya jadi kepala sekolah; saya ingin balik bertanya ke Bapak Bongso; siapa yg ingin jadi kepala sekolah? Di madrasah ini saya hanya PLT, menggantikan pak Arkam Lahiya yang tidak lagi  bisa bekerjasama dg Yayasan insan Baitul Makmur bahkan dia memprakarsai seminar Covid-19 bulan Juli 2020 tapi materi seminarnya justru mendiskreditkan Yayasan yg telah meng SK kannya dan melantiknya. Saya hanya ditugaskan sementara oleh yayasan  untuk memimpin sementara madrasah sambil menunggu Rekomendasi dari dari kemenag Kotamobagu Dan Alhamdulillah hingga saat ini  PBM Berjalan lancar, Ujian semester jalan, ujian akhir madarasah untuk kls 6 sudah selesai, penerimaan murid baru sdh selesai bahkan dari 100 calon siswa baru yang mendaftar. Dan kami sudah 4 kali mengajukannya namun hingga saat ini tak satupun yang direkom pak Bongso. Bahkan 10 Hari setelah saya dilantik (tanggal 29 September 2020) saya menanda tangani pernyataan tgl 8 Oktober 2020 di atas meterai yang di saksikan oleh Kasi Pendis Ibu Srinangsi Abrar Makalalag, pak Nasipan Kick Ipan pengawas MI kemenag Kotamobagu dan korwas Ibu Khoirun nisa bahwa saya siap diganti jika rekom pak Bongso sudah ada.

Baca juga  Jual Nasi Kuning Dan Bubur Ayam Murah Meriah" Dagangan Umi Hindun Diserbu Pembeli

6. Terkait saya tak punya pengalaman mengajar; saya lulusan IKIP Manado 1990 punya akta dan mengajar sejak 1992 hingga 1997, murid saya sudah banyak yang jadi guru, Dokter, Polisi, beberapa yang jadi Kadis, Tentara bahkan sudah ada yang Kolonel, pebisnis bahkan politisi handal di BMR Diantaranya pak Welty Komaling Ketua DPRD Bolmong.

7. Terkait managerial skill, saya pernah Esolon 2, Kepala Bapeda, Kepala Balitbang, dan Kadis Pertambangan. Bahkan saya berjuang menghadirkan investasi besar PT Conch bersama PT SULENCO Yang alhamdulillah hari ini ribuan tenaga kerja baik yang di dalam conch atau perusahaan kecil yang bermitra degannya menikmatinya. Dan PAD Bolmongpun meningkat dengan pesat .

8. Saya juga sempat mengikuti berbagai pelatihan dalam dan luar negeri terkait planning dan management, pendidikan dan keluarga. Selain itu saat ini aktif sebagai Dosen di
IAIK (Institute Agama Islam Kotamobagu) bersama pak Rektor Mulyadi Mokodompit.

9. Dan perlu kami sampaikan pula bahwa Rekomendasi dari Kepala Kanwil Kemenag Prov Sulut No:B.3327/Kw.23.2.2//PP.00/05/2021 untuk saudara Umarudin Dilapanga, S.Pd.I  untuk diangkat oleh Yayasan Insan Baitul Makmur sebagai Kep MIS Baitul Makmur Kotamobagu, sayangnya undangan pelantikan dari kami sesuai Rekom Kakanwil Kemenag tak beliau penuhi tgl 28 Mei 2021 yang lalu, Rekom tersebut diatas adalah jawaban atas koordinasi-koordinasi kami sebelumnya sejak tahun 2020 lalu hingga saat ini dan surat permohonan Rekomendasi kami ini dimohonkan demi lancarnya PBM Di MIS Baitul Makmur Kotamobagu, masalah penanda tanganan ijazah, Sertifikasi guru dan tunjangan lainnya.

Demikian surat saya ini saya tujukan pada yang terhormat Bapak Kemenag Kotamobagu dalam bentuk pemberitaan untuk membantah tudingan yang Bapak tujukan pada saya, dan agar seluruh masyarakat Kota Kotamobagu bisa mengetahui cerita yang sebenarnya agar tidak menjadi fitnah buat saya dan keluarga. (Radj)

Shares

Related posts