Tegaskan Larangan Aktifitas PETI,’Kapolres Kotamobagu Pasang Baliho Himbauan Di Gerbang Masuk Area Potolo Desa Tanoyan’.

Tegaskan Larangan Aktifitas PETI,’Kapolres Kotamobagu Pasang Baliho Himbauan Di Gerbang Masuk Area Potolo Desa Tanoyan’.

LintasBMR/Senin-14/6/2021, Kepolisian Polres Kotamobagu terus lakukan upayah penegakan hukum terkait aktifitas Pertambangan Tanpa Izin di area Potolo Desa Tanoyan’ Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Hal ini dilakukan menyusul adanya tuntutan maupun laporan dari berbagai kalangan atas dugaan terjadinya pertambangan tanpa izin di area PETI tersebut yang berdampak pada kerusakan lingkungan sekitar area tambang serta membahayakan keselamatan jiwa bagi para pekerja Peti.

Sebelumnyapun, Kepolisian Polres Kotamobagu sudah melakukan upayah penindakan dengan telah diseretnya beberapa oknum pengusaha PETI hingga ke ranah hukum dengan keluarnya penetapan tersangka dari pengadilan atas para pelaku PETI.

Tak sampai disitu, lewat koordinasi lintas sektoral, pihak Polrespun mengupayahkan agar bagaimana masyarakat lingkar PETI bisa dan dapat memahami akan dampak serta resiko yang akan dialami kedepan apakah itu resiko dari segi hukum, maupun resiko berkaitan dengan keselamatan jiwa dan keluarga bila aktifitas PETI tersebut tatap dijalankan, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

Mengacu pada semua persoalan dan polemik PETI Potolo tersebut diatas, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK ditemui LintasBMR/ diruangannya mengatakan, bahwa pihaknya Kepolisian Polres Kotamobagu telah keluarkan penegasan untuk semua pihak yang ada kaitan dengan aktifitas PETI tersebut dengan pemasangan Baliho dikedua titik Desa Mopusi dan digerbang masuk lokasi PETI Potolo Desa Tanoyan.

“Kami’ lewat kerjasama lintas sektor Pemerintah Daerah, camat maupun Kepala Desa, Kodim 1303 Bolmong, Koramil,Polsek,Babinsa dan Babin kamtibmas Polres Kotamobagu telah melakukan pemasangan Baliho yang berisi Himbauan dengan sanksi tegas larangan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas ilegal diarea Potolo, ‘ Jelas Prasetya’.

Baca juga  Kapolres Kotamobagu Dampingi Kapolda Sulut Ke Kampung Tangguh Desa Bakan Dalam Kunjungan Ke Kotamobagu.

Adapun Pemasangan Baliho himbauan tersebut dilaksanakan pada Sabtu-12 Juni 2021, yang berbunyi stop lakukan tambang Ilegal diwilayah Potolo karena sangat membahayakan bagi diri sendiri serta merusak lingkungan dan alam sekitar yang merupakan warisan anak cucu kita, Jangan ada pengrusakan, dan bilamana ada yang masi mengabaikan himbauan tersebut maka dapat diancam dengan penjara 10 tahun serta denda paling banyak 10 miliar sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, ‘ Tegas Prasetya’.

Dan yang terakhir Ajak Kapolres, untuk seluruh Masyarakat, Motobatu Kita Komintan Molukad Kon Keamanan Kotamobagu (Bersatu Kita Semua Menjaga Keamanan Kotamobagu. (Radj)

Shares

Related posts