Salah Satu Tanda Kematian Yang Dimuliakan Allah, ‘Bukan Pejabat Bukan Konglomerat ‘ Warga Pobundayan Disholatkan Ratusan Jamaah Pelayat.

Salah Satu Tanda Kematian Yang Dimuliakan Allah, ‘Bukan Pejabat Bukan Konglomerat ‘ Warga Pobundayan Disholatkan Ratusan Jamaah Pelayat.

LintasBMR/Rabu-30 Juni 2021, kehidupan didunia hanya sementara, kaya sementara miskin sementara, sakit sementara sehat sementara, Jabatan sementara,Kumpul dengan keluargapun sementara, semua yang dilalui didunia ini hanya sementara saja.

Untuk apa kita mengejar sesuatu yang sementara hingga kita lupa bahwa semuanya itu pada akhirnya akan kita tinggalkan.

Padahal ketika kita akan dipanggil oleh Sang Penguasa Jagad Raya ini, apa-apa materi yang telah mati-matian kita usahakan dan dapatkan tak satupun yang berguna yang dapat mendampingi kita dialam penantian alam kubur.

Hanya amal ibadah,amal jariyah,ilmu yang bermanfaat serta doa ahli keluarga yang Sholeh sholehalah yang menjadi jaminan kebahagiaan kita menuju alam yang kekal abadi selamanya.

Setiap kita pasti menginginkan dan merindukan akhir kehidupan yang bahagiah Khusnul khatimah, siapapun dia,seburuk apapun perjalanan hidupnya ketika didunia, pasti didalam lubuk hatinya yang paling dalam mendambakan akhir hidup yang baik.

Seperti halnya yang terjadi di Kelurahan Pobundayan RT 03/Rw.01 Kecamatan Kotamobagu Selatan, ‘Ferry B Hemeto (36), pegawai THL RSUD Kotamobagu, sebab perangainya yang baik pada sesama, rekan kerja maupun masyarakat umum, saat Ia meninggal dunia ratusan orang yang melayat dan menyolatkannya di Masjid komplek RSUD Kotamobagu yang sering menjadi tempat ia menunaikan ibadah ditengah kesibukkannya sehari-hari semasa hidup.

Padahal Ia (Alm) bukanlah sosok pejabat maupun konglomerat,namun banyaknya Orang yang melayat dan jamaah yang menyolatkan menjadi isyarat dalam riwayat hadis semua dosa diampuni Oleh Sang Kholiq.

Sebelas tahun mengabdi di RSUD Kotamobagu sebagai Tenaga Harian Lepas, Almarhum dikenal sosok yang periang, gemar membantu orang, dan juga taat beribadah.

Baca juga  Wakil Walikota Hadiri Bhakti Sosial Sunatan Massal.

Ayah tiga anak yang sering disapa Papa Aril atau Om Botak ini sebelum meninggal dunia sempat menjalani perawatan selama kurang lebih sebulan di RS dr Kandou Manado karena mengalami kecelakaan kendaraan roda dua saat menuju wilayah Bolsel, namun takdir yang kuasa berkendak lain, tepat pada tanggal 29 Juni pukul 15.30 WITA Om Botak siperiang, ramah dan baik hati ini menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Kepergian Papa Aril menyimpan sejuta kisah dan cerita yang takkan terlupakan bagi sahabat,teman, rekan kerja, jamaah masjid, pasien RS yang pernah Ia bantu, warga Pobundayan bahkan masyarakat luar kampung.

Selamat jalan Papa Aril (Om Botak), ‘Ucap mantan Lurah Pobundayan Appri Junaidi Paputungan’ dan Mantan Ketua LPM Pobundayan Selong Paputungan’, Kami bersaksi engkau orang baik, kami yakin kematianmu adalah sebagian tanda bahwa Allah memberikan kemuliaan untukmu, jalanmu adalah jalan kami juga, semogah Allah menempatkanmu di Jannahnya Allah. (Radj)

 

 

Shares

Related posts