Kisruh Yayasan Ibnu Sabil Dan Insan Baitul Makmur Tak Kunjung Redah’ Suharjo Makalalag’ Ikut Campurnya Kemenag Kotamobagu Jadi Sumber Masalah’.

Kisruh Yayasan Ibnu Sabil Dan Insan Baitul Makmur Tak Kunjung Redah’ Suharjo Makalalag’ Ikut Campurnya Kemenag Kotamobagu Jadi Sumber Masalah’.

LintasBMR/Kamis-08/07/2021.Kisruh antar yayasan terkait hak penyelenggaraan pendidikan pada MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta) Baitul Makmur yakni Ibnu Sabil dan Insan Baitul Makmur tak kunjung Redah’.

Berbagai upayah telah ditempuh untuk mencari solusi penyelesaian kekisruhan tersebut, namun lagi-lagi mendapatkan jalan buntu.

Disisi lain ada dugaan pengabaian Intruksi dari Kanwil Kemenag Propinsi oleh Kemenag Kotamobagu Kaitan penyelesaian masalah antara dua yayasan yang sama-sama mengaku punya hak dalam penyelenggaraan pendidikan pada MIS Baitul Makmur.

Namun kembalikan lagi Kepala Kantor Kemenag Kotamobagu’ Saiful Bongso pada awak media saat dikonfirmasi dikantor Kemenag Kotamobagu Rabu,08 Juli 2021 tetap bersih kukuh bahwa yayasan Ibnu Sabil lah yang memiliki hak untuk penyelengaraan pendidikan pada MIS Baitul Makmur.

Alasan tersebut Ia kemukakan berdasarkan pada tidak adanya penyerahan aset dari Ibnu Sabil pada Insan Baitul Makmur secara legal maupun bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum

Menurutnya Yayasan Insan Baitul Makmur telah mengambil alih secara sepihak hak penyelenggara pendidikan MIS Baitul Makmur dengan menerbitkan Akta Notaris dengan kepengurusan yang baru dimana hal tersebut bertentangan dengan pangkalan data awal yang ada di Kemenag Kotamobagu.

‘Sekali lagi Kami hanya mengacu pada pangkalan data awal bahwa yang mana Yayasan Ibnu Sabil lah yang berhak sepenuhnya pada penyelenggaraan pendidikan di MIS Baitul Makmur, bukan Yayasan Insan Baitul Makmur’Tegas Bongso’.

Sementara itu, Ketua Yayasan Insan Baitul Makmur’ Suharjo Dundo Makalalag’ Via pesan WhastApp pada LintasBMR membantah semua alasan yang dikemukakan Kepala Kementrian Agama Kotamobagu’Saiful Bongso.

Baca juga  Antisipasi Penyebaran Covid-19' Kejari Kotamobagu Lakukan Swab Pada Pegawai dan Staf Kantor.

‘Suharjo tegas mengatakan bahwa sebenarnya selama ini aman2 saja, permasalahan muncul nanti saat ada yg mengaku sebagai pemilik dan penyelenggara MIS Baitul Makmur yaitu dari Ibnu sabil dengan ketua pak Salim lanjar dan sekertaris pak Subekti Ali. Hal ini juga dipicu oleh Mantan Kepala Madrasah pak Arkam Lahiya yang menyelenggarakan seminar tentang covid-19, tapi isi sepanjang seminar tidak membahas covid tapi mendiskreditkan Yayasan Insan Baitul Makmur dan menghidupkan lagi Yayasan Ibnu Sabil.

Parahnya lagi’ Ujar Suharjo, adanya ikut campur dan keberpihakan kepala Kantor Kemenag Kotamobagu pada ibnu sabil, dengan bukti saat diskusi kami dengan Kepala kemenag yang membicarakan kaitan proses pergantian kepala madrasah itu tidak membahas masalah pergantian Yayasan.

Namun setelah kami mengajukan ijin operasional/perpanjanjangan Yayasan Insan Baitul Makmur, dan direkomendasi di seksi Pendis (Pendidikan Islam) adalah yayasan kami, anehnya setelah beberapa minggu, kami coba cross check di kanwil, justru kami mendapati nama yayasan kami sudah diganti oleh Kemenag Kotamobagu ‘Saiful Bongso, dan itu terjadi sekitar awal pebruari tahun ini.

Selain itu keberpihakan Kemenag Kotamobagu nampak jelas saat sekolah kami dikeluarkan dari wa group Kepala Madrasah,bahkan disetiap rapat-rapat kamipun tak diundang.dan juga satu hal yang juga kami tak habis fikir, ada apa dengan Kemenag Kotamobagu yang jelas tak mengindahkan rekomendasi dari Kanwil Kemenag Sulut, dimana isi rekomendasi tersebut memerintahkan yayasan Insan Baitul Makmur untuk melantik pak Umarudin Dilapanga sebagai kepala sekolah MIS Baitul Makmur, justru yang terbalik Kemenag merekom Pak Umar s bagai Kepala Madrasah namun berdasarkan usulan Ibnu Sabil, dan langkah ini di ambil kanwil setelah tiga kali permohonan rekomendasi untuk menggantikan saya yang saat itu menjabat sebagai PLT Kepala Madrasah untuk diganti dengan Kepala Madrasah definitif yg mememenuhi syarat, tapi juga tetap tak ada jawaban dari Kemenag Kotamobagu.

Baca juga  Salah Satu Tanda Kematian Yang Dimuliakan Allah, 'Bukan Pejabat Bukan Konglomerat ' Warga Pobundayan Disholatkan Ratusan Jamaah Pelayat.

Bahkan saya dan PLT ketua yayasan Insan Baitul Makmur Ibu Indri di undang oleh Kabid Pendis fasilitasi proses pergantian kepala madrasah di Kemenag Kotamobagu dihadiri pak Sahran Gonibala, dan kasi pendis namun sayangnya kami tak diijinkan masuk oleh Kemenag’Saifuo Bongso dalam pertemuan tersebut. Dan nanti setelah usai rapat baru kami dijinkan masuk, dan Hasil kesepakatan mereka Kemenag Kotamobagu, Kabid Pendis Pak Nasri, Pak Sahran Gonibala dan Ibu Srinangsi makalalag adalah proses pergantian kepala madrasah akan segera teratasi hingga akhir januari 2021 dimana tinggal menunggu persetujuan diantara 2 yayasan yang akan menerima pak Arkam.

Sehingga Disini mungkin yang dimaksudkan oleh tim analisis permasalahan hukum kanwil Kemenag, Subag kepegawaian hukum bahwa nama Madrasahnya dalam artian non fisik sebagaimana yg beliau sampaikan kepada saya, Karena fisik bangunan dan isinya adalah milik yayasan, dan sebenarnya terkait masalah kepemilikkan MIS Baitul Makmur ini sudah difasilitasi oleh Pak Kakanwil kemenag Sulut dengan usulan win-win solutions diantaranya adalah Nama dalam ijin operasional tetap Ibnu Sabil, Permohonan Rekomendasi Kepala Madrasah dibuat oleh yayasan Insan Baitul Makmur, karena secara faktual selama ini yayasan ini yang menyelenggarakan madrasah, Kepala kemenag Kotamobagu membuat rekomendasi siapa Kepala Madrasah yg dia inginkan dan sekaligus tak akan menggantinya lagi dengan menbuat pernyataan, Yayayasan Insan Baitul Makmur menerbitkan SK Kepala Madrasah yg sdh direkom oleh Kemenag dan melantiknya, Kanwil menyurat ke kementerian agama RI untuk membuka basis data MIS baitul makmur dan menginput data-data yang diperlukan dan surat itu akan di bawah langsung, Terkait permasalahan kepemilikan silahkan ke Yayasan Insan Baitul Makmur dan organisasi ibnu sabil selesaikan lewat pengadilan dan siapapun yg diputus pengadilan akan didukung sepenuhnya oleh kanwil.Prinsipnya peserta didik aman-aman saja karena buktinya ujian akhir madrasah untuk kelas 6 terlaksana dengan baik, demikian pula dengan kenaikan Kelas 1, 2,3,4, dan 5.

Baca juga  Progres Kepengurusan Partai Ummat 15 Kabupaten Dan Kota Se-Sulut Capai Target 85 Persen,"Djainuddin,Insyaallah Akan Ada Perubahan Kedepan".

Sekali lagi kurang lebih 5 tahun ini kami menyelenggarakan MIS Baitul Makmur aman-aman saja dan semakin berprestasi, timbulnya masalah ini dipicu oleh penggantian Kepala Madrasah oleh Yayasan Insan Baitul Makmur oleh karena guru-guru Madrasah sudah terkotak kotak akibat kebijakan yg mereka rasa tidak adil, tidak memberikan laporan keuangan kepada pihak yayasan, serta melaksanakan seminar yg mendiskreditkan Yayasan Insan Baitul Makmur.’ Urai Suharjo Makalalag’. (Radj)

Shares

Related posts