Scroll untuk baca artikel
Example 964x289
banner 160x600
banner 160x600
Example 1200x140
NasionalPolitik

Tegaskan Hubungan Baik dengan Presiden Prabowo, Megawati: Sahabat Tetap Sahabat, Politik untuk Demokratisasi

×

Tegaskan Hubungan Baik dengan Presiden Prabowo, Megawati: Sahabat Tetap Sahabat, Politik untuk Demokratisasi

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum PDI-P Ingatkan Etika Tata Negara dalam Menyampaikan Kritik dan Aspirasi Rakyat

LintasBMR.com|NASIONAL – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa sikap politik partainya yang berada di luar pemerintahan tidak mencerminkan hubungan personalnya dengan Presiden Prabowo Subianto. Megawati menyatakan, dinamika politik tidak boleh merusak jalinan persahabatan yang sudah terbangun lama.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati di sela-sela agenda peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, pada Senin (15/6/2026). Ia mengimbau agar publik dapat memisahkan antara hubungan personal dan peran politik dalam alam demokrasi.

“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan musuh dia, itu teman saya,” ujar Megawati di hadapan para hadirin.

Sebagai bukti kedekatan mereka, Megawati mengingatkan kembali momen kebersamaan keduanya saat menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila pada awal Juni lalu. Menurutnya, keakraban yang terlihat saat itu adalah cerminan riil dari hubungan mereka.

Waspadai Upaya Adu Domba Politik
Dalam pidatonya, Megawati juga menyoroti adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan narasi konfrontatif untuk membenturkan dirinya dengan Presiden Prabowo. Ia meminta masyarakat dan kader untuk kritis dan bersandar pada koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

“Nanti baru orang teman-temannya yang maunya membenturkan, ‘Oh Ibu Mega itu mau melawan Pak Prabowo’. Nanti bisa saya jawab. Jangan begitu dong. Kalian harus berani, karena negara kita ini punya tata hukumnya,” lanjut Megawati.

Soroti Lonjakan Harga Bahan Pokok dan Jalur Kritik Resmi
Kendati menjaga hubungan baik dengan Presiden, Megawati memastikan diri tidak akan tinggal diam terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat, salah satunya adalah lonjakan harga kebutuhan pokok.

Dalam sesi dialog interaktif dengan peserta acara, Megawati sempat menyoroti melambungnya harga cabai yang di beberapa wilayah Indonesia Timur dilaporkan hingga menembus angka Rp180.000 per kilogram. Sebagai solusi praktis, ia berkelakar sekaligus mengajak masyarakat untuk menyiasatinya dengan gerakan menanam cabai mandiri di pekarangan rumah.

Namun, Megawati menggarisbawahi bahwa setiap kritik dan aspirasi mengenai kebijakan ekonomi pemerintah harus disalurkan melalui mekanisme ketatanegaraan yang sah dan beretika. Melalui posisi PDI Perjuangan di luar pemerintahan, penyampaian aspirasi tersebut akan dimaksimalkan melalui jalur parlemen.

“Saya tahu harga sudah pada naik. Tapi saya juga tahu tata cara. Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari Fraksi PDI Perjuangan. Itu tata cara, itu etika dan moral,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1024x170