LintasBMR.com|Jakarta — Suasana kawasan elit Brawijaya III No.5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak berubah menjadi sorotan publik pada Jumat (5/6) malam. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkut deretan kendaraan mewah dari rumah megah milik Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, yang tengah terseret dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal warga negara asing.
Sekitar pukul 19.00 WIB, dua unit truk towing milik Kepolisian dikerahkan untuk membawa keluar kendaraan dari garasi rumah tersebut. Anggota Brimob berjaga ketat, bahkan sempat menghentikan arus lalu lintas agar iring-iringan kendaraan bisa melintas tanpa hambatan.
Di atas bak truk pertama, sejumlah sepeda motor besar tampak ditutupi terpal abu-abu. Tak lama kemudian, towing berwarna kuning menyusul keluar dengan muatan yang lebih mencolok: empat unit Harley-Davidson berjajar rapi, ditemani lima sepeda balap berkelas internasional.

Drama berlanjut ketika dua mobil sport Porsche, masing-masing berwarna merah marun dan perak, dikemudikan langsung oleh penyidik KPK keluar dari garasi. Garasi yang sebelumnya penuh sesak kini hanya menyisakan satu unit Mercedes-Benz G-Class, menandai berkurangnya koleksi kendaraan mewah di kediaman tersebut.
Sejak siang, rumah Silmy Karim menjadi pusat perhatian publik. Aktivitas keluar-masuk penyidik berlangsung intens, sementara garis penyegelan KPK telah terpasang di sejumlah titik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan tertutup dalam operasi tangkap tangan. “Untuk detail ruangannya yang disegel nanti kami akan update karena memang baru dilakukan tadi malam,” ujarnya.
Kini, halaman rumah kembali lengang. Brimob yang sejak sore berjaga mulai meninggalkan lokasi, sementara gerbang kembali tertutup rapat. Namun, jejak operasi KPK malam itu meninggalkan kesan dramatis: deretan kendaraan mewah yang menjadi simbol gaya hidup pejabat, perlahan digiring keluar sebagai barang bukti dalam kasus korupsi yang tengah disorot publik.














