LintasBMR.com|BOLTIM – Di tengah gelombang efisiensi anggaran nasional yang memangkas porsi APBD di berbagai daerah, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) justru memilih untuk mengambil langkah berani. Alih-alih melambat, roda pembangunan di Negeri Seribu Danau tetap berputar kencang berkat kepemimpinan taktis Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M. dan Wakil Bupati Argo Visensius Sumaiku.
Bagi duet kepala daerah ini, efisiensi anggaran bukanlah alasan untuk berhenti berbuat, melainkan cambuk untuk memutar otak dan berinovasi. Hasilnya pun mulai dirasakan nyata oleh masyarakat.
Bukti paling nyata terlihat di sektor kesehatan. Pemerintah Kabupaten Boltim sukses memikat perhatian pusat, hingga Kementerian Kesehatan mengucurkan dana fantastis senilai Rp176 miliar melalui APBN 2026.
Dana segar tersebut dialokasikan secara strategis: sebesar Rp136 miliar digunakan untuk membangun gedung baru RSUD Pratama Boltim megah berlantai empat, sementara Rp40 miliar sisanya diproyeksikan untuk pengadaan alat-alat medis modern. Kehadiran fasilitas kesehatan berstandar tinggi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara untuk memastikan rakyat Boltim mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan berkualitas tanpa harus jauh-jauh ke luar daerah.
Tak hanya mengandalkan anggaran pusat, Pemda Boltim juga jeli membaca peluang lewat masuknya korporasi besar seperti PT Arafura Surya Alam (ASA)—dengan potensi kandungan emas mencapai 2,6 juta Troy Ons—serta PT Pertamina Geothermal Energi (PGE).
Kehadiran para investor raksasa ini langsung berdampak pada terbukanya keran lapangan pekerjaan secara masif:
• PT ASA berkomitmen menyerap sekitar 4.000 karyawan, di mana 60% di antaranya diprioritaskan bagi warga lokal.
• PT PGE juga bersiap merekrut sekitar 400 tenaga kerja.
Masuknya investasi ini diyakini tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui royalti dan land rent, tetapi juga langsung mengalirkan kesejahteraan ke kantong-kantong warga lewat program CSR serta bergeliatnya sektor akomodasi, perdagangan, hingga UMKM lokal. Masyarakat Boltim dipastikan tidak akan menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan aktor utama pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah daerah sadar bahwa pertumbuhan ekonomi harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, Pemda Boltim menggandeng berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Melalui program beasiswa kolaborasi antara Pemda, BUMN, dan sektor swasta, anak-anak muda Boltim kini memiliki jaminan kepastian untuk mengenyam pendidikan tinggi dan menjadi tenaga ahli masa depan daerah.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah berhenti berinovasi sekalipun berada di tengah keterbatasan fiskal. “Dengan dukungan pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta, kami mampu menghadirkan pembangunan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan sang Bupati, Wakil Bupati Argo Visensius Sumaiku menambahkan bahwa tantangan anggaran harus dijawab dengan kerja keras bersama. “Keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kolaborasi. Masuknya investasi membuka peluang kerja baru, menumbuhkan UMKM, serta meningkatkan PAD,” tuturnya.
Di bawah komitmen matang kedua pemimpin ini, Boltim membuktikan diri bukan sekadar bertahan di tengah badai, melainkan melangkah pasti menuju masa depan yang jauh lebih mandiri dan sejahtera.

















