LintasBMR.com|NASIONAL – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi besar yang mengguncang Sulawesi Utara dan sekitarnya, khususnya warga di pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur.
“Pemerintah harus segera menjangkau masyarakat yang terisolasi akibat gempa, khususnya warga yang tinggal di pulau terluar. Bantuan harus cepat disalurkan,” tegas Puan, Selasa (9/6).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Senin (8/6) pukul 06.37 WIB. Episenter gempa berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Filipina.
Guncangan terasa hingga Manado, Gorontalo, dan sejumlah wilayah Indonesia timur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banyak rumah warga di Kepulauan Sangihe rusak parah, bahkan sebagian rata dengan tanah. Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, dilaporkan terisolasi dengan 480 jiwa terdampak.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Puan menekankan agar kebutuhan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, segera dipenuhi.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, dengan catatan gelombang kecil setinggi 9–18 cm di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Meski peringatan telah dicabut, Puan mengingatkan masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi.
Puan menilai gempa besar ini harus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap kesiapan sistem mitigasi bencana. Ia menekankan pentingnya memperkuat ketangguhan daerah kepulauan terluar yang memiliki tantangan geografis.
“Sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, pelabuhan, hingga fasilitas evakuasi di kawasan pesisir harus dirancang dengan standar ketahanan yang lebih tinggi. Jangan sampai investasi besar dalam pembangunan fisik justru sia-sia ketika tidak mampu bertahan menghadapi bencana,” ujarnya.
Sebagai negara yang berada di cincin api dunia, Puan menegaskan Indonesia tidak bisa menghindari ancaman gempa bumi. Yang dapat dilakukan adalah memperkecil dampaknya melalui investasi konsisten pada ketangguhan masyarakat, infrastruktur, dan sistem pelayanan publik.
“Tujuan akhir penanganan bencana bukan sekadar memulihkan kondisi, melainkan membangun masyarakat yang lebih siap, lebih aman, dan lebih tangguh ketika bencana datang,” tutup Puan.














