Scroll untuk baca artikel
Example 352x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 1200x140
Boltim

Pengantian Pjs Sangadi Tobongon: Polemik Transparansi dan Dugaan Kepentingan Politik

×

Pengantian Pjs Sangadi Tobongon: Polemik Transparansi dan Dugaan Kepentingan Politik

Sebarkan artikel ini

Keputusan mendadak Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menuai kritik masyarakat dan BPD, memunculkan pertanyaan soal etika birokrasi dan stabilitas pelayanan publik

Gambar : Ilustrasi
Gambar : Ilustrasi

LintasBMR.com|Tobongon – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur kembali menjadi sorotan publik setelah melakukan pergantian mendadak terhadap Pejabat sementara (Pjs) Sangadi Desa Tobongon, Kecamatan Modayag. Keputusan yang diambil tanpa penjelasan resmi ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip etika birokrasi, bahkan memunculkan dugaan adanya kepentingan politik tersembunyi di balik kebijakan tersebut.

Risvian Mariay, Plt Sangadi yang diganti, selama masa tugas singkatnya dikenal aktif membangun komunikasi dengan warga serta menjalankan program pelayanan dasar. Tidak adanya catatan hukum maupun pelanggaran administratif membuat pencopotannya dianggap menghambat konsistensi pelayanan publik.

Seorang tokoh masyarakat Tobongon menyampaikan, “Kami melihat Risvian bekerja dengan tulus. Ia mampu meredam konflik internal dan menjaga komunikasi dengan warga. Pencopotannya membuat kami bertanya-tanya, apa sebenarnya alasan pemerintah?”

Pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tobongon turut menyuarakan ketidakpuasan atas keputusan tersebut. Dalam surat resmi kepada DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, BPD menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam evaluasi kinerja Pjs Sangadi. Ketua BPD, Jems Empon, menegaskan, “Kami tidak pernah diajak berdiskusi atau dimintai pendapat. Keputusan ini sepihak dan tanpa dasar evaluasi yang jelas. Warga berhak tahu alasan sebenarnya.”

Seorang pengamat politik lokal menilai pencopotan mendadak ini bukan sekadar persoalan administratif. “Minimnya transparansi membuat publik menilai kebijakan tersebut sarat kepentingan politik. Jika dibiarkan, ketidakpastian di tingkat desa bisa memicu keresahan warga,” ujarnya.

Di tengah polemik birokrasi, masyarakat Tobongon tetap mengapresiasi proyek strategis nasional berupa pembangunan jembatan gantung di Dusun Satu. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden melalui konsultan yang telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah desa. Kehadiran Risvian dinilai penting dalam mendukung proyek tersebut.

Seorang warga setempat mengatakan, “Dulu kami hanya lewat jembatan bambu yang rapuh. Sekarang sudah ada jembatan beton berkat dukungan Risvian. Itu bukti nyata kerja beliau.”

Keberadaan Risvian Mariay sebagai Pjs Sangadi Desa Tobongon bukan sekadar soal jabatan, melainkan faktor penentu dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik, stabilitas sosial, serta keberhasilan program pembangunan. Dukungan masyarakat dan BPD menunjukkan bahwa Risvian masih sangat dibutuhkan untuk memastikan Desa Tobongon tetap berada dalam jalur pembangunan yang berkesinambungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 720x213