LintasBMR.com|Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama antara Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Boltim yang dipimpin Ny. Rosita Manoppo Pobela, SE, MM, dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado.
Kerjasama strategis ini berfokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik PAUD. Dengan dukungan perguruan tinggi, Pemkab Boltim optimis dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini.
Penandatanganan MoU tersebut dirangkaikan dengan pembukaan kegiatan AKSERA (Aksi Kreativitas Seni dan Olahraga) yang berlangsung di Desa Purworejo Tengah, Kecamatan Modayag, Sabtu (23/5/2026). Agenda tahunan ini digelar oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado, serta dihadiri Bunda PAUD Boltim, para pendidik, dan ratusan anak-anak PAUD se-Kabupaten Boltim.

“Hari ini saya bersama anak-anak hebat dan para pendidik PAUD mengikuti kegiatan AKSERA. Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar percaya diri, berkreasi, serta mengembangkan bakat mereka sejak usia dini,” ujar Ny. Rosita Manoppo Pobela usai membuka kegiatan sekaligus menandatangani MoU dengan Kaprodi PIAUD FTIK IAIN Manado.
Kemeriahan AKSERA 2026 tampak dari antusiasme peserta dalam berbagai lomba yang dirancang untuk mengasah motorik dan kreativitas anak, seperti Tari Kreasi, Lomba Gerak dan Suara, Fashion Show, hingga Outbound Huruf Hijaiyah.
Ny. Rosita Manoppo Pobela mengaku bangga melihat keberanian generasi muda Boltim.
“Saya merasa bangga melihat semangat, keberanian, dan keceriaan anak-anak selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga melalui kegiatan seperti ini, tumbuh generasi di Bolaang Mongondow Timur yang cerdas, kreatif, berakhlak baik, dan penuh semangat belajar,” pungkasnya.
Dengan langkah nyata ini, Pemkab Boltim menegaskan bahwa pendidikan usia dini bukan sekadar fondasi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas daerah.















